5 Risiko Bekerja Jadi Pelaut Apa Saja, Sih?

0
99
views
sumber: google.co.id
Berikan Rating Sekarang

Banyak yang bercita-cita menjadi nakhoda atau kru kapal meskipun sudah mengetahui apa saja risiko bekerja jadi pelaut. Kemungkinan besar karena kecintaan mereka pada profesi tersebut yang membulatkan tekad untuk mengarungi lautan dengan segala risikonya.

Ini dia 5 resiko bekerja jadi pelaut

1. Jauh dari orang terkasih

Sudah menjadi rahasia umum jika profesi pelaut mengharuskan mereka untuk jauh dari orang terkasih. Terkadang setelah berlibur selama beberapa hari atau minggu, pelaut harus pergi melaut lagi selama beberapa bulan. Kondisi ini membuat mereka harus melewati banyak perkembangan di rumah. Terkadang pelaut harus meninggalkan pasangannya yang sedang hamil atau bayi yang baru dilahirkan. Namun karena sudah tuntutan pekerjaan, mau tidak mau pelaut harus mengikuti peraturan tersebut.

2. Melawan badai dan ombak

Risiko kedua adalah menantang alam. Berbeda dari pekerjaan di darat yang jauh dari terjangan ombak dan badai, di lautan perubahan iklim dan cuaca bisa terjadi kapan saja. Jika sebelumnya cuaca sedang cerah, beberapa menit kemudian cuaca bisa berubah menjadi gelap. Ombak yang tenang pun berubah menjadi ganas. Inilah mengapa seorang pelaut wajib memahami tata cara jadi pelaut Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga mereka bisa melindungi dirinya sendiri sebelum kemudian melindungi orang lain.

3. Tinggal di lingkungan terbatas

Beda dari staf kantor yang bisa pergi makan siang ke mana saja sesuai keinginannya, seorang pelaut hanya bisa menyantap makanan yang disiapkan oleh koki kapal. Keterbatasan yang mereka alami bukan hanya persoalan perut tapi meliputi keterbatasan-keterbatasan lainnya. Jika orang kantoran masih bisa menonton bioskop usai pulang kantor, seorang pelaut hanya bisa istirahat di dalam kapal saja. Hiburan yang mereka miliki mungkin hanya sekedar radio atau televisi.

4. Selalu bekerja di bawah tekanan

Hampir semua pekerjaan memiliki tekanannya tersendiri, begitu pula saat berprofesi sebagai pelaut. Masing-masing awak kapal mengemban tugasnya tersendiri, awak kapal yang jabatannya paling rendah biasanya memiliki tekanan pekerjaan lebih berat daripada staf lainnya. Tips menjadi pelaut Indonesia agar tidak terus tertekan selama bekerja di lautan adalah membekali diri dari sertifikat keahlian. Karena semakin banyak sertifikat yang Anda punya akan semakin besar pula kesempatan untuk menduduki jabatan penting yang memiliki tekanan lebih sedikit.

5. Bekerja full time seharian

Risiko terakhir harus siap sedia selama 24 jam penuh. Meskipun mendapatkan waktu untuk tidur Anda tetap akan merasa tidak tenang apalagi jika Anda belum beradaptasi dengan profesi pelaut. Selain terjaga dari kecelakaan kerja akibat bencana alam, pelaut juga wajib terjaga dari resiko kedatangan tamu tak diundang alias perompak.

Itulah beberapa risiko bekerja jadi pelaut. Anda yang masih mempertimbangkan untuk mengambil profesi ini atau tidak, silahkan baca kembali secara seksama. Jika merasa yakin dan mampu untuk menaklukkan seluruh risiko di atas, maka jadilah seorang pelaut yang baik.

Oleh: jobpelaut.com

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here