Menjadi pelaut adalah profesi yang menjanjikan, tetapi perjalanan karier ini juga penuh tantangan. Terutama bagi pemula, banyak kesalahan kecil maupun besar yang dapat memengaruhi kinerja, reputasi, hingga keselamatan kerja. Untuk itu, penting mengetahui kesalahan umum yang sering dilakukan pelaut baru agar bisa dihindari sejak awal.
1. Tidak Mengerti Prosedur Keselamatan Kapal
Keselamatan adalah prioritas nomor satu di dunia pelayaran. Namun, banyak pelaut baru meremehkan Standard Operating Procedure (SOP) dan hanya belajar sekadarnya. Kesalahan ini biasanya terlihat dari:
- Tidak mengikuti muster drill dengan serius,
- Tidak tahu penggunaan alat safety,
- Lalai mengenakan APD saat bekerja.
Padahal, kecelakaan di laut terjadi bukan hanya karena cuaca, tetapi juga akibat kelalaian dan kurangnya pengetahuan dasar keselamatan.
2. Malu Bertanya dan Menganggap Semua Hal Biasa
Kapal adalah tempat kerja yang penuh sistem teknis. Pelaut pemula sering merasa sungkan bertanya karena takut terlihat bodoh. Akibatnya, salah prosedur dan salah operasi alat jadi masalah besar. Sebagai pelaut baru, bertanya adalah hal yang wajib. Selain itu, senior di kapal biasanya lebih menghargai orang yang mau belajar dibanding yang pura-pura tahu.
3. Terlalu Percaya Diri atau Sebaliknya Terlalu Takut
Kedua sikap ini sama-sama berbahaya. Overconfidence membuat pelaut meremehkan tugas, sementara ketakutan berlebihan membuat mereka ragu mengambil keputusan. Lingkungan kapal menuntut ketenangan dan ketegasan. Pelaut harus mampu menilai keadaan dengan cepat dan bertindak sesuai SOP.
4. Tidak Menjaga Sikap dan Etika di Kapal
Kapal adalah tempat kerja yang terisolasi dan semua orang harus hidup dalam satu ruangan selama berbulan-bulan. Pelaut baru yang tidak mampu menjaga etika sering dianggap sulit diajak kerja sama. Sikap yang harus dihindari antara lain:
- Tidak disiplin waktu,
- Membantah perintah tanpa alasan,
- Membawa masalah pribadi ke pekerjaan,
- Menggosip atau menciptakan konflik.
Reputasi buruk bisa cepat menyebar di industri pelayaran, sehingga sikap profesional wajib dijaga.
5. Kurang Menjaga Kesehatan dan Kesiapan Fisik
Banyak pelaut baru meremehkan jam istirahat dan pola makan. Padahal, bekerja di laut membutuhkan fokus tinggi dan tenaga besar, terutama untuk deck crew dan engine crew. Kurang istirahat bisa menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan kecelakaan saat bekerja.
6. Tidak Memahami Dokumen dan Sertifikat Pribadi
Beberapa pelaut baru menyerahkan urusan dokumen pada agen tanpa mempelajari sendiri. Hal ini berisiko saat pemeriksaan di pelabuhan, imigrasi, atau ketika naik kapal. Pelaut wajib memahami fungsi dokumen seperti:
- Buku pelaut,
- Sertifikat kompetensi,
- Medical check-up,
- Visa dan kontrak kerja.
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Namun, pelaut yang profesional tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan memahami kesalahan dasar yang sering dilakukan pelaut pemula, Anda dapat mempersiapkan diri lebih baik, bekerja lebih aman, dan mengembangkan karier di dunia pelayaran dengan lebih cepat.

