Bekerja sebagai pelaut tetap menjadi salah satu profesi dengan pendapatan tinggi di tahun 2025. Karier ini tidak hanya menawarkan pengalaman bekerja lintas negara, tetapi juga gaji yang terus naik mengikuti kebutuhan industri pelayaran dan logistik global. Namun, besarnya gaji pelaut berbeda-beda tergantung jabatan, jenis kapal, serta perusahaan pelayaran yang merekrut. Berikut gambaran lengkapnya.
Perkiraan Gaji berdasarkan Jabatan
Gaji pelaut sangat dipengaruhi posisi yang ditempati di atas kapal. Untuk awak kapal atau kru pemula (ABK), gaji biasanya berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. Pada posisi teknis seperti engineer atau petugas mesin, gaji bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Sementara itu, perwira navigasi dan teknis seperti mualim, masinis, atau officer rata-rata menerima penghasilan sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan. Di tingkat tertinggi, profesi seperti kapten kapal atau kepala mesin dapat memperoleh pendapatan antara Rp30 juta hingga Rp70 juta per bulan, tergantung pengalaman dan ukuran kapal yang ditangani.
Pengaruh Jenis Kapal terhadap Gaji
Jenis kapal menjadi faktor besar penentu penghasilan. Kapal tanker, kapal minyak, LPG, kapal kontainer, atau kapal internasional menawarkan gaji lebih tinggi dibanding kapal lokal atau kapal kecil yang hanya berlayar antar pelabuhan dekat.
Bekerja di perusahaan pelayaran asing juga sering memberikan penghasilan dalam mata uang dolar atau valuta asing lain, sehingga pendapatan bisa jauh lebih besar setelah dikonversi ke rupiah. Sebaliknya, kapal domestik atau lokal biasanya memberikan gaji yang lebih rendah, terutama bagi pelaut pemula.
Bonus dan Tambahan Pendapatan
Selain gaji pokok, pelaut umumnya mendapatkan berbagai insentif tambahan seperti:
- Tunjangan jabatan atau posisi senior
- Tunjangan komando untuk kapten dan kepala mesin
- Tunjangan resiko atau kerja di area berbahaya
- Bonus kontrak atau bonus akhir perjalanan
- Uang lembur dan uang pelayaran
Beberapa perusahaan bahkan menawarkan fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan, tiket pesawat saat pergantian shift, dan akomodasi.
Faktor Penting yang Menentukan Besaran Gaji
Walaupun gaji pelaut terlihat besar, ada beberapa variabel yang memengaruhinya:
- Pengalaman atau jam pelayaran
- Jenis dokumen dan sertifikasi pelaut
- Reputasi perusahaan pelayaran
- Lama kontrak kerja
- Kondisi dan resiko perjalanan
Perlu diketahui juga bahwa tidak semua perusahaan memiliki standar pembayaran yang sama. Ada kasus pelaut yang gajinya rendah, bahkan tertunda pembayarannya, terutama jika bekerja di kapal asing yang tidak memiliki agen resmi di Indonesia. Karena itu, sangat penting untuk memahami kontrak dan memilih perusahaan terpercaya.
Tahun 2025 masih menjadi tahun yang menjanjikan bagi profesi pelaut di Indonesia. Penghasilan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, terutama pada posisi officer, engineer, atau kapten. Namun, untuk mencapai posisi tersebut dibutuhkan pengalaman, sertifikasi lengkap, serta bekerja di kapal dan perusahaan yang tepat. Profesi ini memang penuh tantangan, tetapi peluang karier dan pendapatan yang besar menjadikannya pilihan menarik bagi banyak orang.
