Syarat Menjadi ABK Kapal Ikan dan Konsekuensinya

0
426
views
sumber: google.co.id
5/5 (1)

Anak Buah Kapal atau ABK kapal ikan merupakan sebuah profesi idaman bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, gaji yang ditawarkan cukup tinggi dengan banyaknya bonus yang bisa didapat. Bahkan tanpa pengalaman para ABK kapal penangkap ikan digaji dengan Rp3 juta.

Syarat-syarat menjadi ABK kapal ikan

Dengan gaji mulai dari Rp3 juta untuk non pengalaman. Bahkan gaji tersebut akan meningkat seiring dengan banyaknya pengalaman kerja dari ABK. Tak hanya itu, semakin banyak ikan yang didapat, maka akan semakin tinggi juga jumlah bonus yang diperoleh oleh ABK.

Untuk menjadi ABK kapal penangkap ikan, pastinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut adalah syaratnya:

  • Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 28 tahun untuk pelaut non pengalaman
  • Postur tubuh harus ideal dengan tinggi badan dan berat badan yang ideal.
  • Menyerahkan dokumen seperti Akta Kelahiran, fotokopi KTP, dan Kartu Keluarga
  • Harus mendapatkan surat izin dari orang tua apabila belum menikah. Jika sudah menikah, maka harus mendapatkan surat izin dari istri.
  • Menyiapkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Memiliki buku pelaut yang masih aktif dan berlaku
  • Memiliki paspor yang masih berlaku
  • Juga memiliki sertifikat dasar Basic Safety Training (BST)
  • Sudah lulus dari medical check-up. Medical check-up ini meliputi pemeriksaan urine, darah, THT, rontgen, tidak buta warna, bebas epilepsi, bebas narkoba. Serta tidak ada penyakit dalam, tidak pernah patah tulang, dan terbebas dari HIV/AIDS.

Konsekuensi yang dihadapi oleh ABK kapal ikan

Sebelum Anda mengajukan lamaran ke lowker pelaut untuk posisi di kapal ikan. Sebaiknya pertimbangkan setelah membaca berbagai konsekuensi yang bisa dihadapi seperti:

  1. Memang gajinya besar, tetapi sebagian ABK kapal penangkap ikan sering mendapat tantangan saat mengurus dokumen-dokumen untuk berangkat. Mereka terkadang merasa kesulitan saat mencari agen resmi sebagai penyalur ABK kapal penangkap ikan.
  2. Tak hanya itu, ABK kapal ikan juga sering tidak mendapatkan legalitas pekerjaan karena melanggar administrasi. Terkadang mereka juga tidak akan mendapat ketidakjelasan terkait keamanan nasib mereka selama jam bekerja di atas kapal berlangsung.
    Padahal menurut Koordinator Nasional Destruktif Fishing Watch Indonesia (DFW) Moh Andi Suhufan. Mengatakan jika AKP dari Indonesia harus mendapatkan perlindungan dan pertanggungjawaban penuh.
  3. Risiko bekerja sebagai ABK kapal penangkap ikan luar negeri masih sangat tinggi. Pada beberapa kasus ABK kapal penangkap ikan dari Indonesia sering dijadikan budak dan tidak mendapatkan gaji yang sesuai dengan jam kerja.
  4. Terjerat praktik kerja paksa, perdagangan manusia, serta sistem gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Semua risiko-risiko tersebut bisa saja terjadi. Itulah sebabnya sangat penting untuk menggunakan agen resmi penyalur ABK.

Tetapi walaupun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Anda hanya perlu mendaftar melalui penyalur resmi, dengan begitu risiko tersebut akan minim terjadi. Bagaimana, tertarik menjadi ABK kapal ikan?

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here