Fungsi dan Sistem Kerja Intercooler Mesin Induk di Kapal

0
62
views
sumber: google.co.id
5/5 (1)

Intercooler mesin induk adalah sebuah komponen yang harus ada dalam badan kapal. Fungsinya sangat krusial terlebih sebagai pendingin pada bagian dalamnya. Udara dari intercooler ini juga berfungsi sebagai pembakaran pada mesin agar mendapatkan energi yang mampu menggerakkan kapalnya.

Fungsi dan sistem kerja intercooler mesin induk

  1. Fungsi Udara dengan Suhu Tinggi

Adapun udara dengan ketinggian suhu tertentu ternyata memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Udara yang memiliki temperatur yang tinggi di dalam mesin atau ruang pembakaran ternyata mampu membuat pembakaran awal yang cukup signifikan. Hal ini tentunya kurang efektif jika digunakan karena pembakaran justru terjadi disaat belum dibutuhkan.
  • Sementara itu jika temperatur udara yang ada semakin meninggi mengakibatkan sedikitnya jumlah molekul yang bisa menembus ruang pembakaran. Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan nantinya menjadi sedikit atau kecil. Sehingga keteraturan temperatur nyatanya memang berpengaruh penting.

2. Mengenal Sistem Kerja Intercooler

Intercooler erat hubungannya dengan mesin induk kapal. Memiliki dua sistem kerja dengan karakteristik yang berbeda, yaitu:

  • Sistem Konduksi

Sistem yang pertama ini memungkinkan perpindahan panas yang terjadi melalui zat perantara, namun yang membuatnya berbeda adalah zat perantara yang digunakannya tidak ikut berpindah. Dalam hal ini zat perantara yang dimaksud adalah pipa intercooler sementara energinya adalah energi panas yang dihasilkan.

Pipa intercooler tidak akan ikut berpindah hanya bertugas sebagai jalan atau perantara panas menuju tujuannya. Kemudian udaranya akan mengalami proses pendinginan masuk ke ruang mesin menggunakan intake velve.

  • Sistem Konveksi

Sementara sistem kedua ini memungkinkan perpindahan energi panas yang terjadi melalui zat perantara diikuti dengan perpindahan zat perantara itu sendiri. Zat perantara yang digunakan dalam sistem ini adalah media pendingin dimana nantinya akan ikut bersama energi panasnya.

Energi panas yang dihasilkan dari pipa intercooler kemudian mengalami proses penyerapan dari udara panas turbochanger nantinya akan dikeluarkan bersama media pendingin (zat perantara yang dimaksud). Perpindahan energi dalam sistem ini memanfaatkan perbedaan temperatur yang terjadi dalam prosesnya.

3. Jenis Intercooler

Sementara itu ternyata intercooler juga memiliki dua jenis dengan perbedaan karakteristik yang wajib diketahui sebelum melamar lowker pelaut. Adapun dua jenis tersebut adalah sebagai berikut:

  • Air to Water Intercooler

Jenis yang pertama ini sesuai dengan namanya memang menggunakan media air untuk mendinginkan udara panasnya. Air mengalami proses pemompaan melalui pipa intercooler dan menyerap panas yang ada. Barulah dibawa keluar melalui pipa intercoolernya.

  • Air to Air Intercooler

Tidak melibatkan media lain selain udara adalah ciri dari intercooler yang satu ini. Menggunakan media kipas untuk mendinginkan panas yang terjadi pada prosesnya. Itulah beberapa hal terkait dengan intercooler mesin induk yang perlu diketahui.

Oleh: jobpelaut.com

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here