Lifebuoy untuk Keselamatan Ketika Terjatuh di Air

0
65
views
sumber: google.co.id
Berikan Rating Sekarang

Lifebuoy untuk keselamatan merupakan salah satu alat yang digunakan oleh pelaut di atas kapal dengan bentuknya lingkaran. Alat keselamatan ini bisa terapung di air dan untuk penggunaannya dilemparkan ke arah laut. Fungsi dari lifebuoy untuk menyelamatkan seseorang ketika dalam keadaan darurat sedang terjatuh di laut.

Lifebuoy untuk Keselamatan

Lifebuoy dari segi bentuknya ini dikenal dalam dua macam yaitu bentuk lingkaran dan tapal kuda. Untuk lifebuoy yang bentuk lingkaran biasanya dibutuhkan oleh para pelaut di atas kapal karena memiliki bahan yang kuat dan cenderung lebih praktis.

Hal ini dikarenakan, untuk penggunaan lifebuoy jenis ini hanya cukup dilemparkan saja ke laut. Dengan demikian, untuk bahannya sendiri menggunakan material yang ringan supaya lebih mudah terapung di air.

Dulu, penggunaan lifebuoy menggunakan bahan dari gabus. Akan tetapi, di arah modern saat ini untuk penggunaan bahan lifebuoy dari onahuto seperti plastik dengan berat setengah dari bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan gelas.

Adapun untuk syarat dalam membuat lifebuoy meliputi:

  • Lifebuoy bisa bertahan dari pengaruh yang ditimbulkan oleh minyak
  • Memiliki beban kurang dari 14,5 kg yang mampu terapung di atas air tawar dalam waktu 24 jam
  • Penggunaan nama atas kapal yang digunakan untuk melaut menggunakan huruf besar
  • Lifebuoy harus memiliki warna yang menonjol supaya terlihat dengan mudah ketika berada di dalam air
  • Penempatannya harus tepat di atas kapal supaya lebih mudah ketika ingin digunakan dan mempercepat tercapainya sebuah tempat dari pelaut di kapal. Selain itu, juga perlu dilengkapi tambahan lampu yang dibuat secara otomatis agar menyala di malam hari dan mampu mengeluarkan asap ketika siang hari.
  • Pada jenis kapal penumpang harus memiliki setengah atas jumlah lifebuoy. Akan tetapi, persediaannya juga tidak kurang 6 lifebuoy di atas kapal. Sementara itu, ada jenis kapal barang terdapat setengah dari jumlah lifebuoy yang telah dilengkapi dengan tambahan lampu yang dibuat otomatis menyala dan tidak mudah mati ketika terkena air. Lampu harus bisa menyala kurang dari 45 menit dan sudah memiliki kekuatan cahaya kurang dari 3,5 lumens.
  • Fungsi lifebuoy untuk keselamatan dibuat supaya lebih mudah dan cepat ketika akan dilepaskan. Sehingga, untuk cara mengikatnya dengan tepat dan tetap agar cepat ketika dilemparkan ke air
  • Adanya tambahan tali yang digunakan sebagai pegangan yang sudah diikat dengan baik pada keliling pelampung tersebut.

Selain itu, untuk pembuatan lampu otomatis pada kapal bisa dengan memanfaatkan botol Holmes. Botol tersebut dapat diikatkan di bagian pelampung yang telah diisi dengan fosfat kalsium dan karet kalsium.

Cara untuk membuatnya yaitu bagian tutup yang berasal dari botol memiliki tali yang sudah diikatkan di bagian pagar geladak. Ketika lifebuoy tersebut sudah dilempar ke air, maka tutup tersebut akan lepas dan lebih mudah air laut masuk ke dalam botol.

Karvit yang sudah terkena air akan membuat reaksinya menjadi panas dan fosfat terbakar. Cara seperti ini harus dipahami ketika ingin mencari lowker pelaut supaya bisa mengatasi keadaan darurat.

Dalam hal ini, botol lebih mudah mengeluarkan cahaya sehingga memberikan adanya petunjuk keberadaan dari pelampung. Cara ini bisa menolong setiap orang yang terjatuh di lautan.

Itulah syarat dalam penggunaan lifebuoy untuk keselamatan di atas kapal. lifebuoy memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu setiap orang yang terjatuh di air.

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here