Tahapan Apa Saja Untuk Jadi ABK Profesional?

0
439
views
sumber: google.co.id
Berikan Rating Sekarang

ABK profesional adalah sebuah profesi yang penuh dengan tantangan dan risiko. Itulah sebabnya syarat dan uji kompetensi yang harus dilewati calon ABK sangatlah berat. Karena ada sekitar 4 tahapan yang harus dilalui oleh ABK. Hal tersebut menurut Indra Priyatna selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Tahap-tahap menjadi ABK profesional

  1. Lolos rekrutmen

Para calon ABK harus memenuhi segala syarat awal untuk menjadi ABK. Syarat-syarat tersebut meliputi pengetahuan umum, kesehatan fisik, dan syarat lain seperti yang sudah ditetapkan lembaga.

Apabila calon ABK lolos, maka akan mengikuti pelatihan. Nantinya calon-calon ABK ini akan menjalani persiapan sebelum menjalani ujian untuk mendapatkan sertifikat kepelautan.

2. Sertifikasi

Tahapan menjadi ABK profesional selanjutnya adalah mendapatkan sertifikat. Indra Priyatna sebagai Direktorat mengatakan jika Kementerian Perhubungan tidak menerbitkan sertifikat ABK kapal ikan.

Kementerian Perhubungan menerbitkan ABK kapal niaga yang dibedakan menjadi dua, yakni keahlian dan keterampilan. Untuk sertifikat keahlian nantinya akan dipengaruhi oleh jabatan ABK di kapal dan sertifikatnya akan dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Sedangkan sertifikat keterampilan adalah sertifikat dasar yang langsung dikeluarkan oleh lembaga atau sekolah akademi yang mendapat otoritas langsung dari pemerintah.

Contoh jenis sertifikat yang langsung diberikan oleh lembaga adalah ahli Nautika tingkat 1 sampai 5 serta ahli teknik tingkat 1 sampai 5. Ada juga sertifikat khusus seperti sertifikat General radio operator.

Tanker safety, buku pelaut, dan sertifikat medis. Indra Prayitno juga mengatakan jika saat proses sertifikasi ini ABK kapal niaga lokal dan asing tidak akan dibedakan. Hal ini karena Indonesia sudah meratifikasi standar internasional.

Berbeda dengan ABK kapal ikan yang belum meratifikasi standar internasional. Walaupun begitu, Indonesia hanya mengadopsi standarnya saja. Lalu diterbitkan langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

3. Masuk ke organisasi

Setelah mendapat sertifikat, nantinya calon ABK akan dimasukkan ke dalam organisasi pelaut tertentu. Misalnya Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) untuk mendapat informasi terkait peluang kerja. Tak hanya itu, dengan KPI calon ABK juga bisa mendapatkan informasi dan belajar lebih banyak mengenai dunia kepelautan.

Tentunya ini menjadi kesempatan yang menguntungkan bagi calon ABK. Terlebih lagi jika KPI akan bekerja sama dengan perusahaan kapal asing yang siap menampung ABK Indonesia. Dengan begitu proses mencari kesempatan bekerja akan semakin dimudahkan.

Jika calon ABK tidak ingin bergabung ke KPI, mereka juga bisa memilih untuk menjadi ABK individu dengan cara melamar di lowker pelaut. Jadi mereka diberikan hak bebas memilih apakah ingin bergabung ke KPI atau tidak.

Itulah tadi 3 tahapan berat yang harus dilalui calon ABK untuk menjadi ABK profesional Indonesia. Walaupun berat, pendapatan per bulan ABK rata-rata tinggi karena sesuai dengan konsekuensi yang mereka terima saat bekerja di atas kapal.

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here