Tali Tambat Kapal yang Digunakan untuk Parkir

0
127
views
sumber: google.co.id
Berikan Rating Sekarang

Tali tambat kapal menjadi sistem yang sangat penting untuk diperhatikan supaya tidak menimbulkan kesalahan pemasangan. Mooring system merupakan mekanisme yang harus digunakan oleh pelaut supaya bisa memasangkan tali tambat di kapal yang akan berhenti di dermaga. Penggunaan penambatan ini biasanya akan diterapkan pada kapal ukuran besar.

Tali Tambat Kapal

Pada umumnya, untuk tali tambat yang digunakan oleh kapal cukup banyak dan perlu diterapkan oleh para pelaut. Penggunaan tali tambat ini sangat penting bagi kapal yang berukuran besar ketika akan diparkir sehingga kondisinya tidak bergerak dan menimbulkan gangguan untuk beberapa kapal yang lain.

Dengan demikian, pelaut harus bisa memilih penggunaan tali penambat yang memiliki kualitas baik. Sehingga tidak menimbulkan masalah ketika akan memarkirkan kapal besar di dermaga.

Pada dasarnya, terdapat 6 jenis tali penambat untuk kapal. Beberapa di antaranya yang akan dibutuhkan oleh kapal meliputi tali tross belakang, tali tross depan, spring depan, spring belakang, breast rope belakang, dan breast rope depan.

Sementara itu, dari setiap posisi tali ini mempunyai fungsi berbeda-beda dari setiap jenis tali penambat untuk kapal. Adapun untuk fungsi dari jenis tali tambat kapal sebagai berikut:

Tali breast rope depan dan belakang diposisikan sesudah dari tali tross, sedangkan untuk fungsi dari penggunaan tali ini supaya bisa menahan bagian depan ataupun belakang dari kapal, sehingga tidak menimbulkan gerakan ke arah luar

Tali tross depan dan belakang dapat dipasangkan di bagian paling ujung luar dari kapal tersebut yang memiliki fungsi supaya mampu menahan posisi kapal agar tidak menimbulkan gerakan baik itu maju ataupun mundur

Tali spring depan dan belakang dapat dipasangkan pada bagian sisi dalam dari kapal. Fungsi utama dengan pemasangan tali spring ini supaya mampu menahan posisi kapal menjadi lebih kuat dan tidak mudah bergerak baik itu maju ataupun mundur.

Penggunaan aturan baku dalam pemasangan tali tambat pada kapal ini juga harus disesuaikan dengan ukuran serta jenis kapal yang akan parkir di dermaga. Dalam hal ini, tiap kapal belum tentu akan menggunakan 6 jenis tali penambat tersebut. Bahkan, beberapa juga bisa hanya memanfaatkan empat jenis tali seperti halnya tali tross depan, tross belakang, spring depan dan spring belakang.

Akan tetapi, untuk hal utama yang harus diperhatikan dalam penggunaan tali penambat kapal ini tidak hanya dilihat dari segi komposisi yang digunakan. Tali penambat dibutuhkan jenis yang kuat dengan kualitas tinggi supaya bisa menahan beban dari kapal yang parkir di dermaga dan tidak bergerak mengganggu beberapa kata lain.

Pada saat mencari lowker pelaut, maka sebaiknya sudah memiliki kemampuan dasar ketika berada di atas kapal. Salah satunya dengan memahami jenis tali apa saja yang biasanya digunakan dalam menambat kapal.

Tali yang biasanya sering dimanfaatkan untuk mooring system yaitu tali tambang. Sementara itu, untuk bahan yang digunakan oleh tali tambang ini bisa menggunakan bahan alami yakni tali Manila. Selain itu, juga bisa memanfaatkan tali tambang yang menggunakan bahan sintetis seperti halnya tali nilon.

Itulah beberapa jenis dari tali tambat kapal yang biasanya dimanfaatkan saat kapal sedang di dermaga. Penggunaan tali tambat terdiri dari berbagai jenis yang dapat diterapkan dengan menyesuaikan ukuran kapal.

Berikan Penilaian Artikel:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here